Sampah Banyak Berserakan di Jalan, Ini Kata DLHK Kabupaten Inhil
KILASRIAU.com - Sejak beberapa hari terakhir kota Tembilahan, Kabupaten Inhil tampak kotor akibat sampah yang berserakan dimana mana.
Pemandangan ini sangat jelas terlihat di setiap ruas jalan yang ada di kota Tembilahan, Kabupaten Inhil. Salah satu nya jalan M Boya, Sudirman parit 11, Subrantas, Budiman, SKB dan lainnya.
- Cegah Karhutla, Polsek Reteh Imbau Masyarakat Jaga Lahan dan Tindak Tegas Pelaku Pembakaran
- Polda Riau Gunakan X Fire dan Drone Tangani Karhutla Siak, Lima Titik Api Berhasil Dipadamkan
- Kebakaran Hebat Melanda Permukiman Warga di Jalan Budiman Tembilahan
- Mabes TNI Gelar Penyuluhan Bencana Krhutlah di Reteh, Ajak Masyarakat Sinergi Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
- KABUT ASAP MASIH ADA, SUPRAPTO INGATKAN KELOMPOK RENTAN
Menyikapi hal ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Azwizarmi mengatakan saat ini terus melakukan upaya perbaikan pembersihan di lapangan maupun di got-got agar grenase tidak tersumbat.
"Kami menyadari masih banyak kekurangan yang harus dibenahi khususnya di bidang kebersihan yang masih banyak berserakan di jalan jalan," kata Azwizarmi saat dijumpai langsung di ruang nya, Selasa (01/03/22).
Ia menjelaskan persoalan sampah ini merupakan tanggung jawab semua pihak, baik itu masyarakat di tingkat RT samapai ditingkat pemerintah yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kampung halamannya agar harus terlihat bersih dan indah.
"Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya serta waktu yang telah kita tetap kan. Karena tanpa dukungan serta kedisiplinan masyarakat apa yang kita harapkan tidak bisa tercapai, sebab tim kita terus menjalankan tugas sebagaimana mestinya," jelas Azwizarmi.
Dikesempatan itu juga, Azwizarmi DLHK menyebutkan dalam waktu dekat ini akan menghubungi camat Tembilahan dan camat Tembilahan Hulu untuk membahas kebersihan lingkungan yang ada di Tembilahan. Mengingat yang memiliki peranan penting disini kan kecamatan, desa atau lurah, RT RW yang bisa langsung berkomunikasi dengan masyarakat.
"Maka dari itu, kami memiliki wacana akan memanggil dua camat yaitu Tembilahan dan Tembilahan Hulu, desa atau lurah, RT RW. Kemudian memberikan himbauan berantai agar tetap tertip dalam membuang sampah karena dampak dari sampah ini sangat banyak sekali dampak nya. Ingin membentuk kelompok peduli sampah dari tingkat camat, lurah atau desa, RT RW. Jadi dengan wacana yang akan kami jalankan ini semoga saja dapat terealisasi," imbuhnya.

Tulis Komentar